Hadiri Puncak BBGRM, Ini Pesan Bupati Edi Damansyah
Bupati Edi Damansyah bersama istri saat hadir dalam acara BBGRM di Loa Kulu.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Bupati Kukar Edi Damansyah hadiri puncak pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong
Masyarakat (BBGRM) ke 19, di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Rabu
(25/5/2022).
Turut hadir pada acara itu Wakil Bupati H
Rendi Solihin, Anggota DPRD Johansyah, Kepala Diskominfo Kaltim, beberapa
camat, dan sejumlah undangan lainnya.
Edi Damansyah mengatakan, BBGRM merupakan
kegiatan rutin pemerintah yang dilaksanakan setiap tahun selama 1 bulan penuh.
Dalam momen ini harus dimaknai bagaimana kehadiran pemerintah bersama
masyarakat untuk melakukan kegiatan bersama gotong royong di lingkungan masing
masing.
"Jadi ini dilakukan selama sebulan
penuh, di masing masing wilayah, misal Kecamatan, Kelurahan, Desa, RT untuk
mengkoordinir kegiatan gotong royong royong tersebut," kata Edi Damansyah.
Gotong royong adalah kegiatan yang
turun temurun di Republik Indonesia, maka dari itu pemerintah daerah berpesan
tanamkan sifat kebersamaan, sehingga kegiatan gotong royong tidak hanya
dilakukan di momen BBGRM saja, namun kedepan harus ada kebersamaan.
"Sifat gotong rotong bukan hanya pada
BBGRM saja, bulan bulan selanjutnya harus ada sifat gotong royong atau
kebersamaan, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan
kebersamaan," sebutnya.
Pemerintah daerah mendukung dan komitmen
setiap kegiatan masyarakat, hal itu dibuktikan dengan dukungan program berbasis
RT. Tujuannya adalah mendukung kegiatan di lingkungan RT bisa meningkat.
"Jadi ada fasilitasi pembiayaan yang
bisa digunakan untuk membeli beberapa keperluan dalam mendukung kegaiatan yang
ada di RT," ungkapnya.
"Saya berharap pada momen BBGRM dapat
dijadikan motivasi untuk melakukan kebersamaan di masing masing wilayah,"
imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto menambahkan, saat ini merupakan puncak
BBGRM. Sebelumnya DPMD telah mengeluarkan Surat Edaran tentang pelaksanaan
kegiatan BBGRM di OPD masing masing, bahwa pelaksanaannya pada diawal Mei yang
dilaksanakan selama satu bulan penuh.
"Sesuai arahan Bupati, hal ini termasuk
program yang ada di RPJMD Kukar, yakni program berbasis RT," ujar Arianto.
Kata Arianto, program berbasis RT dengan
nilai Rp. 50 juta per RT, untuk mendukung kegiatan gotong royong di lingkungan
RT. Harapannya drngan program tersebut dapat melestarikan kegiatan gotong
royong, sehingga terpelihara dan dilaksanakan.
"Program 50 juta itu merupakan bentuk
dukungan dan komitmen kami dalam mendukung kegiatan yang ada di RT,"
tutupnya.(*riz/adv)